Bismillahirrohmaanirrohiim
“Dan Aku (Alloh) tidak menciptakan Jinn dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS Adz Dzariyat:56)
Maha Suci Alloh yang telah menciptakan hamba-Nya dengan sebaik-baik bentuk dan rupa. Sungguh, didalam segala penciptaan dan bentuk yang ada sekarang pastilah ada hikmah dibalik itu semua yang kita tidak akan bisa menjangkaunya karena keterbatasan kita sebagai manusia tempat salah dan lupa.
Berdasarkan ayat diatas, telah terlihat bahwa sesungguhnya segala makhluk di alam semesta ini diciptakan tak lain agar kita beribadah kepada Alloh dengan penuh pengabdian.Dalam Alquran disebutkan, Alloh menciptakan hamba-hambaNya yaitu malaikat dari Nur(cahaya), Jinn dari Api, dan manusia dari tanah. Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Aisyah r.a, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, Jinn diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan padamu semua.” (H.R. Muslim)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr: 26 ).
Malaikat dan Jinn termasuk hal-hal yang gaib, tidak dapat dicapai oleh pancaindera. Jadi mereka tidak termasuk dalam golongan makhluk yang wujud jasmaniahnya dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan. Mereka hidup dalam suatu alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini, oleh sebab itu tidak dapat dicapai oleh pandangan kita. Yang mengetahui perihal dan hakikat mereka yang sebenarnya hanyalah Alloh Ta’ala sendiri. Malaikat disucikan dari dorongan syahwat hewani, terhindar dari keinginan-keinginan hawa nafsu, terjauh dari perbuatan-perbuatan dosa dan salah. Mereka tidak seperti manusia yang suka makan, minum, tidur, berjenis lelaki atau wanita.
Dari ketiga makhluk tersebut, manusia merupakan makhluk yang paling utama, hal ini dibuktikan dalam Alquran ketika Alloh swt. Berfirman “Dan Alloh mengajarkan kepada Adam akan beberapa nama, kemudian Alloh memperlihatkan semuanya (benda-bendanya) kepada malaikat, kemudian Dia berfirman, ‘Beritahukanlah pada-Ku nama-nama semuanya ini, jika kamu semua benar!’ Malaikat berkata, ‘Maha Suci Engkau, kita tidak mengetahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kita, sesungguhnya Engkau adalah Maha Mengetahui lagi Bijaksana.’ Alloh berfirman, ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama semuanya itu.’ Setelah Adam memberitahukan semua nama-namanya, Alloh lalu berfirman, ‘Bukankah sudah Kukatakan padamu semua bahwa sesungguhnya Aku mengetahui kegaiban-kegaiban di langit dan bumi, juga Aku mengetahui apa yang kamu semua tampakkan dan yang kamu semua sembunyikan.’ Maka di kala itu Kami berfirman kepada malaikat, ‘Berilah penghormatan kepada Adam.’ Kemudian mereka pun menghormat padanya selain iblis. Ia enggan dan menyombongkan diri dan ia termasuk dalam golongan orang-orang yang kafir (tidak beriman).” (Q.S. Al-Baqarah:31-34) “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan Jinn, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Alloh) bagi orang-orang yang zalim. (QS. Al kahfi:50)
Tabiat malaikat ialah secara sempurna berbakti kepada Alloh, tunduk dan patuh pada kekuasaan dan keagungan-Nya, melaksanakan semua perintah-Nya dan mereka pun ikut mengatur alam semesta menurut kehendak dan iradah Alloh Taala. Jadi Alloh Taala dalam mengatur dan menertibkan segenap isi kerajaan-Nya ini menggunakan tenaga malaikat dan malaikat tidakuasa melakukan sesuatu yang timbul dari kemauannya sendiri. Dalam Alquran disebutkan, “Malaikat itu takut kepada Tuhannya yang berkuasa di atas mereka dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan.” (Q.S. An-Nahl:50)
Adapun Manusia, dari jenis ini terdapat dua golongan manusia yaitu golongan yang beriman kepada Alloh (muslim) dan golongan orang-orang kafir. Begitu pula dengan jenis Jinn, diantara mereka juga terdapat golongan yang beriman (muslim) dan kafir sebagaimana telah disebutkan dalam alquran “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.” (QS Al Jinn:14). Selain itu, dari jenis Jinn ini juga terdapat satu golongan yang durhaka kepada Alloh karena kesombongannya yaitu Iblis.
Dari golongan manusia dan Jinn, dari keduanya bisa didapati sebuah golongan yang menjadi musuh manusia sepanjang zaman, yaitu setan.
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) Jinn, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”. (QS. Al An’am:112)
[499]. Maksudnya syaitan-syaitan jenis Jinn dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada Nabi.
“yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia” (QS. An Nass:5)
Setan telah bersumpah di hadapan Alloh,bahwa dia akan menjerumuskan manusia dengan cara menghiasi kebatilan, sehingga kebatilan itu tampak sebagai kebenaran.
Alloh berfirman,yang artinya:Iblis berkata, “Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya (QS. Al-Hijr: 39).
Dengan demikian, di zaman yang serba gemerlap ini kita harus waspada akan segala tipu daya setan, selain itu harus kita sadari bahwa setan akan menggunakan segala cara agar kita terperdaya dan lalai dari mengingat Alloh.
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (QS. Yaasiin:60)
Ayat diatas mengingatkan kita bahwa setan adalah musuh utama dari kita yang menghalangi kita menjadi hamba Alloh yang taat. Karenanya, wajib bagi kita untuk selalu berusaha mematahkan tipu daya setan yang mencoba menghampiri diri kita, keluarga ataupun bangsa dan seluruh umat islam di dunia.
Alhamdulillah…………….
Wallohu musta’aan, sungguh Alloh sebaik-baik penolong
(abu irsyad-diolah dari berbagai sumber)
Comments