Bismillahirrohmaanirrohiim
Perjalanan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak dulu kala, yaitu ketika mas Guntur berencana untuk mengadakan walimah nikahnya di kampungnya yang ndepis pinggiran kutho nGgalek , tepatnya di desa ngetal. Hanya saja, karena kawan-kawan ternyata banyak yang memiliki kepentingan pribadi atau golongan, dengan menyesal akhirnya kami terpecah menjadi dua kubu yaitu yang berangkat hari jumat dan satu lagi berangkat hari sabtu.(saya alhamdulillah termasuk yang berangkat Jumat)
Tim yang berangkat Jumat ini beranggotakan 6 orang yaitu Saya, mas Fitra, Mr. Albert, kang Jopi, kang Kuro, dan mas Yok (yang terakhir ini duduknya paling mencil walau satu gerbong). jam 14.00 waktu stasiun jatinegara, kami sudah berkumpul dan bersiap dengan perlengkapan dan amunisi seadanya. Sepuluh menit kemudian terdengar dari speaker stasiun bahwa kereta yang akan kami tumpangi sudah berangkat dari stasiun Pasar Senen, dan limabelas menit kemudian kami sudah duduk di kursi 15 ABCDE gerbong 1, kecuali mas Yok yang duduk terpisah.
Alasan kami memilih kereta ini sebenarnya simpel, murah meriah, mengingat harga kebutuhan pokok di negara ini semakin melangit, untuk itu kami juga harus ikut prihatin demi kelangsungan republik yang mengalami krisis teladan kepemimpinan ini, Cuma… Baca entri selengkapnya »
Comments